kerjaholic
situsdepnaker
brangkas-kerja
forums cancer
vitroculture

Sabtu, 14 Maret 2009

ternak puyuh

1. SEJARAH SINGKAT

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia.

2. SENTRA PETERNAKAN

Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

3. J E N I S

kelas : Aves (Bangsa Burung)

Ordo : Galiformes

Sub Ordo : Phasianoidae

Famili : Phasianidae

Sub Famili : Phasianinae

Genus : Coturnix

Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. MANFAAT

1) Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat

2) Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya

3) Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman

5. PERSYARATAN LOKASI

1) Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk

2) Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran

3) Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit

4) Bukan merupakan daerah sering banjir

5) Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

1. Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.

Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:

a. Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

b. Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

c. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas.
Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

d. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

2.


3. Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.

6.2. Peyiapan Bibit
Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.

b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.

c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

6.3. Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.
3. Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4. Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Penyakit

1. Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berk yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.

2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.

3. Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.

4. Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

5. Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan
mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

6. Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.

7. Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.

8. Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

8. P A N E N

8.1. Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.

8.2. Hasil Tambahan
Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

9. PASCA PANEN

---

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

10.1. Analisis Usaha Budidaya

1) Investasi

a. kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m
(1 jalur + tempat makan dan minum)
Rp. 2.320.000,-

b. kandang besar Rp. 1.450.000,-


2) Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)

a. ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-

b. Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-

c. Pakan (selama 60 hari)
Jumlah biaya produksi
Keadaan puyuh:

- Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina)

- Resiko mati 5%, sisa 1900

- Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)

- Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina dan Rp 725 jantan

- Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan

Minus Rp. 2.981.200,-
Rp. 4.722.200,-

Rp. 4.408.000,-

Rp. -314.200,-


3) Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)

- 200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-

- Obat (vitamin dan Vaksinasi) Rp. 290.000,-

- Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) Rp. 2.459.925,-

Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan layak bibit) Rp. 5.264.051,-

Jumlah biaya produksi Rp. 8.173.576,-


Keadaan puyuh:

- Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlah telur 1373 butir

- Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-

- Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-

- Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-

- Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-

4) Keuntungan dari hasil penjualan Rp. 5.618.924,-


5) Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan)

a. Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-


6) Pendapatan

a. Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-

b. Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-

c. Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-

d. Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-

7) Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-


Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur, baru kemudian puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. Analisa usaha dihitung berdasarkan harga-harga yang berlaku pada tahun 1999.

10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
---

11. DAFTAR PUSTAKA

1. Beternak burung puyuh, 1981. Nugroho, Drh. Mayen 1 bk. Dosen umum Ternak Unggas Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Udayana.

2. Puyuh, Tatalaksana Budidaya secara komersil, 1992. Elly Listyowati, Ir. Kinanti Rospitasari, Penebar Swadaya, Jakarta.

3. Memelihara burung puyuh, 1985. Muhammad Rasyaf, Ir. Penerbit Kanisius (Anggota KAPPI), Yogyakarta.

4. Beternak burung puyuh dan Pemeliharaan secara komersil, tahun 1985. Wahyuning Dyah Evitadewi dkk. Penerbit Aneka Ilmu Semarang

12. KONTAK HUBUNGAN

1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS
Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829

2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

Keuntungan ternak itik

Bisnis budidaya itik memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Apalagi jika budidaya dilakukan secara intensif dalam arti tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan sambilan. Selain memiliki peluang bagus untuk dikembangkan karena permintaan yang makin tinggi dari masyarakat untuk konsumsi telur dan daging, peternakan itik membutuhkan pakan, khususnya sumber protein yang efisien.

Itik di Indonesia awalnya berasal dari Jawa. Sementara di Inggris dikenal dengan nama Indian Runner (Anas javanica). Berbagai jenis itik lokal dikenal penamaannya berdasarkan tempat pengembangannya, wilayah asal dan sifat morfologis. Mungkin Anda pernah mendengar nama-nam itik seperti itik Alabio (dari Kalimantan Selatan), itik Tegal dan itik Mojosari dan Itik Maros.

Umumnya usaha peternakan itik ditujukan untuk itik petelur. Namun peluang itik pedaging juga bisa diambil dari itik jantan atau itik betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu bisa juga pebisnis mengambil bagian pembibitan ternak itik sebagai fokus usaha.

Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan dan pemasaran hasil. Misalnya bagaimana pemeliharaan anak itik (5-8 minggu), pemeliharaan itik Dara (umur 8-20 minggu ke atas) dan pemeliharaan itik petelur (umur 20 minggu ke atas).

Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata itik lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, itik alabio memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 68 minggu.

Pengembangan dan pemeliharaan itik potong agar tercapai efisiensi pemanfaatannya menurut D.L Satie (1991) seperti dikutip Majalah Poutry Indonesia Online, dapat menggunakan itik yang telah lewat masa produksinya maupun itik jantan. Hal ini dimaksudkan karena itik jantan mempunyai beberapa keunggulan dan keuntungan kalau ditinjau dari segi ekonomisnya. Sementara untuk harga bibit, itik jantan lebih murah jika dibandingkan itik betina, karena msyarakat selama ini hanya mengenal dan memetik keuntungan dari itik betina sebagai petelur.

Masih menurut Satie, pemeliharaannya tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada itik betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Dengan memanfaatkan itik jantan, dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi

Jumat, 13 Maret 2009

ternak itik daerah pantai

Pemeliharaan ternak itik dengan dikandangkan, digembalakan di sungai-sungai atau areal persawahan sudah menjadi pemandangan umum selama ini. Tapi melihat peternakan itik yang berlokasi di tepi pantai mungkin menjadi suatu yang baru dan aneh bagi kita. Sehingga apabila ada orang yang tertarik dengan usaha beternak itik ini tetapi berada di tepi pantai atau jalur pantai akan mengurungkan niatnya karena nanti dianggap sebagai orang yang aneh. Nah, artikel berikut semoga bisa menjadi cakrawala baru dan ilmu baru bagi kita semua terutama masyarakat yang berada di pinggir pantai.

Sebenarnya apa itu beternak itik di pinggir pantai? (untuk lebih praktisnya kita menggunakan istilah “beternak itik secara basah”). Beternak itik secara basah maksudnya memelihara itik darat yang dibudidayakan di wilayah pantai atau pinggiran laut dengan menggunakan pola alamiah atau dibiarkan lepas begitu saja (diumbar = jawa) tapi tetap dalam batas-batas tertentu. Misalkan itik baru dilepas dari kandang saat air laut surut, sehingga mereka dapat mencari makanan tambahan sendiri untuk meningkatkan produksi telurnya.

Usaha pemeliharaan itik dipinggir pantai ini memanfaatkan sebagian besar sumber daya alam pantai. Kita fungsikan pantai sebagai penyedia pakan alami pendukung produksi karena pakan yang ada berupa sisa-sisa ikan dan biota laut yang telah mati yang ditinggalkan kala air laut surut mengandung kadar protein yang tinggi dan bisa dikatakan berharga Rp 0,- sehingga kalau dihitung secara kasat mata akan mendatangkan keuntungan usaha yang optimal.

Jenis itik apa yang cocok untuk diternakkan di pinggir pantai? Semua jenis itik bisa diternakkan di pinggir pantai seperti itik mojosari, itik bali, itik magelang, dan jenis itik lainnya. Intinya, untuk dapat diternakkan di habitat baru, ternak yang termasuk familia Anatidae ini harus diadaptasikan dengan habitat pantai terlebih dulu. Proses adaptasi itik di habitat baru sekitar 2-3 minggu setelah menetas.

Beternak itik secara basah memiliki sisi menguntungkan dan merugikan. Sisi menguntungkannya antara lain :
1. Membuka lapangan kerja baru dan penghasilan tambahan khususnya para nelayan. Pemeliharaan itik berlangsung siang hari dan kerja para nelayan adalah malam hari. Jadi dua usaha ini bisa dijalankan secara bersamaan tanpa harus berseberangan, apalagi untuk saat sekarang sulit mendapatkan minyak tanah yang akan di gunakan nelayan melaut. Sehingga para nelayan kadang banyak liburnya daripada melautnya. Dan tentunya ini akan memberi kesibukan baru untuk istri sang nelayan yang mungkin semula menganggur.
2. Biaya pakan tentu lebih murah jika dibandingkan dengan budidaya itik di darat. Biaya untuk beternak itik secara basah per ekornya sekitar Rp 200,-/hari. Karena kebutuhan akan protein sudah bisa terpenuhi dari sisa hewan laut atau biota laut yang terdapat di pinggir pantai.
3. Kualitas telur yang dihasilkan relatif lebih baik dibandingkan dengan hasil budidaya itik di darat. Warna kuning telurnya lebih kemerahan (lebih masir kalau sudah matang) sehingga tampilannya terkesan lebih menarik, sekaligus menunjukkan bahwa kandungan proteinnya lebih tinggi. Hal ini disebabkan kebutuhan protein dan mineral itik pada saat berproduksi tercukupi dengan baik.
4. Keuntungan dari hasil penjualan itik afkir. Itik afkir bukan barang yang tak bernilai jual. Seekor itik afkir masih laku dijual antara Rp 15.000 – Rp 20.000 tergantung berat badan itik. Anda percaya tidak kalau menu masakan bebek di jalur tepi pantai lebih mahal daripada menu hasil laut?

Sedangkan sisi kerugiannya antara lain
1. Angka kematian yang tinggi ketika masih umur muda. Hal ini di karenakan perlu waktu adaptasi apabila kita mendatangkan bibit dari daerah lain yang berbeda iklimnya seperti dari daerah dataran tinggi, atau dari daerah berhawa panas tapi jauh dari pantai. Tapi dengan berbekal pengalaman kendala ini nanti akan berkurang dengan sendirinya setelah kita sudah memelihara beberapa kali.
2. Dengan model sistem umbaran, kemungkinan itik akan memakan sampah atau bangkai hewan. Hal ini juga akan menimbulkan masalah dan kadang berakhir dengan kematian. Tapi anda tidak perlu khawatir, berdasarkan beberapa referensi dan pengalaman peternak cara mengatasi itik yang memakan bangkai hewan laut dan lainnya adalah dengan memberikan potongan es batu sebagai langkah awal pertolongan kepada itik.

Apa yang perlu dipersiapkan?

Untuk beternak itik secara basah yang harus dipersiapkan antara lain :
• Komitmen usaha seperti sabar dan tekun berusaha akan menjadi kunci sukses beternak. Pernahkan anda membayangkan apabila air laut pasang dan itik anda akan berenang ke sana kemari alias hilang? Kemudian apa yang akan kita lakukan?
• Pemilihan bibit dengan mengusahakan bibit yang seragam baik dari segi umur, jenis, ukuran, maupun daerah asalnya.
• Kandang untuk penampungan awal beserta kelengkapannya seperti tempat pakan dan minum. Kandang produksi juga dipersiapkan kalau langsung membeli itik siap telur (bayah). Tapi membeli itik siap bertelur tidak kami sarankan karena di samping harganya yang mahal juga ternak tersebut butuh adaptasi yang cukup lama dengan habitat baru.
• Pagar area gembala juga perlu dipersiapkan untuk menghindari bercampurnya itik kita dengan itik orang lain apabila terdapat beberapa peternak yang memelihara dalam waktu bersamaan.
• Pakan dan obat-obatan hendaknya dipersiapkan juga. Pakan itik umumnya yang dipakai adalah katul (dedak halus), nasi karak, konsentrat itik, jagung dan lain sebagainya.
• Mencari informasi pasar untuk menampung hasil produksi berupa telur dan itik afkir.
• Air minum tawar harus selalu tersedia, mengingat sifat itik yang hanya mau minum atau mengkonsumsi air dalam kondisi tawar.
• Membersihkan dan melakukan pemeriksaan area pengembalaan dari sampah dan bangkai binatang.
• Dan yang menurut kami lebih penting adalah persetujuan dari masyarakat sekitar akan usaha yang akan kita bangun. Jangan biarkan satu orangpun tidak setuju dengan usaha kita karena dapat berakibat fatal dikemudian hari.

Proses Budidaya

Proses beternak itik secara basah dalam satu periode bisa dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu :

1. Tahap pemilihan bibit
Meliputi kegiatan menentukan asal bibit yang akan diternakkan. Pembelian bibit sebaiknya mempertimbangkan aspek harga, kualitas, jenis, dan jarak. Untuk pembibit yang professional, DOD biasanya sudah dijual terpisah antara jantan dan betina. Nah sekarang kita akan mengusahakan usaha apa. Ingin beternak dengan tujuan usaha menghasilkan daging atau telur? Untuk menghasilkan telur tentunya kita akan pilih DOD betina dan kalau untuk menghasilkan daging bisa menggunakan DOD jantan atau DOD hasil persilangan.

2. Tahap adaptasi tempat
Setelah memutuskan membeli bibit dari luar kota atau daerah lain maka pengetahuan tentang penanganan bibit setelah datang harus dikuasai. Manajemen penanganan ternak setelah ternak datang antara lain pemberian larutan gula kepada DOD, penyiapan kotak DOD beserta lampu penghangatnya dan sebagainya. Letak kandang DOD sebaiknya dekat dengan lokasi pantai dan dipelihara ± 3 minggu. Pakan yang diberikan berupa pakan pabrikan dengan cara pemberian kering (tanpa di campur air). Air minum (tawar) diberikan secara ad libitum (tak terbatas).

3. Tahap pembesaran
Selama kurang lebih tiga minggu di kandang DOD, saatnya itik mulai mulai dikenalkan dengan kondisi pantai dengan memberikan ruang gerak yang lebih. Itik-itik dilepas tatkala air laut surut tapi dengan waktu terbatas. Pakan sudah bisa diberikan dalam bentuk basah pada pagi dan sore hari. Air minum (tawar) diberikan secara ad libitum. Tahap ini berakhir sampai itik mulai menandakan akan bertelur sekitar umur 4-5 bulan (disebut bayah).

4. Tahap produksi
Kegiatan pada tahap ini hampir sama dengan tahap pembesaran. Hanya saja itik dilepas agak siang karena pada waktu pagi kemungkinan ada itik yang masih bertelur dan juga bertujuan untuk menciptakan suasana tenang karena pada waktu itu proses pembentukan telur untuk hari berikutnya sedang berlangsung. Ketika itik sudah meninggalkan kandang untuk dilepas ke pantai proses pemungutan atau pengambilan telur bisa dilakukan.

5. Tahap pasca produksi
Secara alamiah, itik akan mengalami penurunan produksi setelah sekian lama berproduksi dan telah mencapai puncak produksi. Penurunan produksi telur itik ditandai dengan proses rontok bulu atau gugur bulu (ngurak, moulting). Untuk efisiensi usaha pada tahap ini perlu diadakan kegiatan seleksi dan pengafkiran. Untuk lebih detailnya bisa dibuka artikel kami yang berjuduk seleksi dan culling. Kegiatan evaluasi usaha juga perlu untuk dilakukan pada tahap ini karena dengan evaluasi usaha kita akan bisa menentukan langkah selanjutnya untuk keberlangsungan usaha tersebut.

6. Tahap peremajaan
Hasil evaluasi pada tahap pasca produksi dapat dijadikan sebagai pedoman dalam memelihara ternak pengganti (replacement stock). Dengan adanya tahap peremajaan ini kontinyuitas produksi telur dapat terus dipertahankan dan kita tidak akan kehilangan pelanggan kita. Tapi kalau hasil evaluasi berkata sebaliknya maka usaha ini tidak perlu dijalankan dan tentu kegagalan tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi kita untuk masa yang akan datang.

Nah, sekarang sudah ada gambaran bagi kita semua akan peluang usaha yang mungkin jarang orang memikirkannya. Alangkah senangnya kalau waktu malam kita pergi melaut untuk mencari rezeki di laut dan sewaktu pagi ketika pulang ke rumah (darat) kita mendapati itik-itik kita telah bertelur. Dan sekarang tinggal pilih untuk menu sarapan pagi kita, menu ikan atau menu telur? Semoga bermanfaat *(SPt)

Anda dapat mengcopy sebagian atau seluruh isi artikel ini dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com

Kamis, 12 Maret 2009

Ganti dengan itik

MENILIK umurnya, orang seusia H Moh Jatin Suwarno (80) banyak yang sudah renta dan pikun. Namun tidak bagi lelaki yang akrab disapa Mbah Warno dan kini tinggal di RT 3 RW 4 Desa Bayem Kecamatan Kutoarjo, Purworejo itu.

Justru pada usia senjanya, wartawan tiga zaman ini memulai beternak dan berkebun. Ia yang terbiasa hidup di kota metropolis Surabaya, sejak 2002 lalu tak canggung pulang kampung menjadi wong ndesa.

Lihatlah pada siang itu. Sekitar pukul 11.00, ia masih bersemangat membersihkan kandang itik di sudut lahan kebunnya seluas kira-kira satu hektare. Ia memakai celana pendek, sepatu bot, baju kerja warna putih. Seolah tak kalah energik dengan tiga anak buahnya yang masih muda.

Keringat bercucuran tak ia hiraukan. Barulah setelah penulis datang, ia mau istirat dan mandi, lalu menemani ngobrol di teras sambil berkeliling kebun.

Mbah Warno mengaku, begitu bangun tidur dan shalat subuh, ia langsung terjun ke kebun yang sekaligus tempatnya beternak. Apa saja ia kerjakan. Mulai membersihkan kandang, mengambil telur, dan memanen buah. Itulah aktivitasnya sehari-hari.

''Dengan kerja dan berkeringat, tahu-tahu sudah siang. Setelah mandi, makan pun enak,'' ucap bapak yang berhasil mengentaskan empat anaknya dan beberapa keponakannya yang antara lain dari hasil profesinya sebagai koresponden.

Kini ia mulai beternak 100 ekor itik. Tiap pagi minimal 60 butir telur bebek bisa dijual istrinya. Dia menargetkan punya 300 ekor itik, dan bibitnya ia datangkan dari Kutowinangun, Kebumen.

Ternak itik itu bukan satu-satunya usahanya. Berhubung lahannya luas dan pada musim hujan sering ada genangan air, ia terilhami untuk memanfaatkan air comberan itu sebagai lahan memelihara itik.

Ditemani istrinya, Ny Maria Misdiati (64), ia sudah merintis ternak ayam potong dan ayam buras sejak 2002. Itu setelah ia pensiun menjadi koresponden Suara Merdeka di Surabaya. Ia lalu pulang ke kampung masa kecilnya di Bayem, Kutoarjo.

Saat ini, usaha ayam potongnya yang modal awalnya Rp 150 juta itu telah berkembang pesat dengan tiga tenaga kerja dan dua mandor. Sekali panen menghasilkan 6.000 ekor ayam potong. Lalu ia juga mengembangkan ayam bukan ras (buras). Malah Lebaran lalu, banyak tetangga pesan ayam kampung kepadanya.

Sebelumnya, ia pernah mencoba beternak sapi. Dari dua ekor sapi sempat berkembang menjadi delapan ekor. Hanya karena usianya yang sepuh, ia mengaku tak sanggup ngarit (mencari rumput) tiap hari. Apalagi pada musim kemarau rumput kian langka sehingga sementara sapi-sapi itu ia jual.

Namun kotoran sapi itu ia manfaatkan untuk memelihara ikan lele dumbo. Sampai saat ini lele dumbo itu masih terpelihara di belakang rumahnya.

Kebun Buah

''Prinsip hidup saya itu pasrah saja. Ojo gumunan karo tangga. Maka saya tak takut pensiun,'' ucap lelaki yang pada masa mudanya juga pernah menjadi Heiho, tentara pada masa pendudukan Jepang itu.

Meski kembali menjadi orang udik, setelah berpuluh tahun menjalani profesi sebagai wartawan, Mbah Warno tak gamang. Bahkan kini mengaku puas. Sebab, setidaknya bisa memberi contoh bahwa usia tua tak harus renta dan sakit-sakitan.

''Saya pernah kena gula, tapi sembuh. Kini sakit saya ya kalau nggak punya duit,'' imbuh lelaki yang pernah menjadi koresponden Djawa Shimbun dan pada 1948 pernah ditangkap NICA itu.

Apalagi dari kebunnya yang luas, kini ia juga menanam buah-buahan. Ada rambutan, mangga, dan pohon nangka. Malah halaman depan rumahnya juga ia tanami durian bangkok.

Pohon durian di halaman rumah itu telah mulai berbuah. Di dekatnya ada pohon pepaya dan saat ini juga mulai ia tanami bunga anggrek. Pendeknya, lelaki ulet ini seolah tak mau berhenti untuk mencoba hal baru yang positif.

Dari berbagai jenis rambutan, Mbah Warno dan istrinya beberapa kali panen dan menjualnya ke Kutoarjo. Pernah sekali panen rambutan dari Bayem itu laku jutaan rupiah.

Mangga yang ia tanam hanya jenis terbaik, yakni mangga sengir dan mangga madu. Belakangan ini beberapa teman wartawan yang lebih muda kerap datang ngangsu kawruh kepada dia. ''Kemarin Mas Nardi (Masdi Sunardi, karikaturis senior Suara Merdeka, datang, ya tak gawani ndhog bebek.''

Padahal, kebunnya itu dulu berupa tanah yang penuh semak belukar alias ara-ara. Maklum, selama beberapa puluh tahun ia tinggal merantau ke Jakarta, kemudian menetap lama di Surabaya.

Baru beberapa tahun setelah ia pensiun, mulai memikirkan untuk memanfaatkan pekarangan warisan orang tuanya. Dari semula menanam satu dua pohon buah-buahan, kini kebunnya telah penuh tanaman.

Bikin Batako

Malah untuk menutup pagar keliling pekarangannya, Mbah Warno tak mau beli batako. Ia beli mesin seharga Rp 10 juta, dengan dibantu karyawan ia mencetak sendiri batako itu. Kini pagar keliling setinggi kurang lebih tiga meter itu sudah berbatako dan jika dihitung nilainya mencapai Rp 40 juta.

Melihat riwayat hidupnya, Mbah Warno mengaku tidak bisa melupakan jasa almarhum H Hetami, pendiri koran terbesar di Jateng, Suara Merdeka. Sebab pada tahun 1974, ia ditawari langsung oleh H Hetami untuk menjadi koresponden di Surabaya.

Dulu di kalangan wartawan dan pejabat Jatim, Mbah Warno sangat dikenal. Dia juga dijuluki Suara Merdeka dari Em Ma, maksudnya dari Embong Malang, salah satu rumahnya yang pernah menjadi perwakilan koran tersebut di Surabaya.

Berhubung usia terus bertambah, tak mungkin ia terus menjadi koresponden. Namun tidak ada kata pensiun bagi siapa pun yang mau bekerja dan berkeringat, meski usia sudah tua.

Ia mengenang, dulu awalnya dia hobi fotografi. Bahkan sempat bergabung dengan Indonesian Press Photo Service (IPPOS). Ia mengisahkan tentang rumitnya kala itu (tahun 50-an) mencetak foto manual dengan bantuan batok kelapa.

Karya fotonya sering ia jual ke surat kabar asing di Jakarta dan honornya bisa 10 kali lipat dari koran Indonesia. Kini, wartawan kebanyakan telah memakai foto digital yang praktis, tak usah repot mencetak ke studio.

Kepada wartawan muda, Mbah Warno meminta untuk tetap menjaga idealisme di tengah persaingan media massa modern. Ia menyarankan para jurnalis untuk tetap berkarya. Namun jangan lupa memikirkan masa depan, termasuk, jangan malu memulai langkah baru pada hari tua.

Rabu, 11 Maret 2009

ayam ras

Beternak ayam ras dalam musim hujan tergolong riskan. Ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada umumnya memang benar kalau musim hujan lebih riskan beternak ayam ras. Ini dihubungkan dengan kondisi curah hujan yang tinggi, intensitas cahaya matahari yang menurun sehingga akan menyebabkan kelembaban meningkat dan temperatur rendah, aliran udara sangat cepat dan kualitas air menurun. Kondisi ini menyebabkan jumlah dan jenis penyakit meningkat, ternak rentan terhadap penyakit, pertumbuhan lambat dan keseragaman rendah, serta kegagalan vaksinasi.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan persiapan khusus untuk mengantisipasi musim hujan ini dimulai saat persiapan kandang, dan perubahan manajemen yang dilakukan sejak chick in.

Pada saat persiapan kandang perhatikan hal-hal berikut, antara lain : memperbaiki atap kandang dan gudang yang bocor, tirai dan lantai kandang yang berlubang. Kemudian bersihkan pemanas, regulator, selang, serta tempat pakan dan minum, dan sanitasi kandang secara menyeluruh. Jangan lupa juga untuk menyiapkan kaporit dan tambahan lampu.

Selanjutnya, ketika chick in kondisikan agar brooding/ indukan dalam kondisi yang ideal, antara lain : 500 ekor DOC, bentuk lingkaran, diameter 3,25 m, Feeder tray 10 buah, 6 bell drinker, lampu 60 watt, dan pasang termometer di setiap brooder.

Setelah itu, terapkan manajemen berikut dengan disiplin, yaitu : Pakan dan minum harus berikan segera dan jangan memakai box DOC sebagai tempat pakan lebih dari 3 hari. Berikan nutrisi tambahan VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK guna meningkatkan daya imunitas tubuh, meurunkan angka mortalitas, sebagai suplai tambahan mineral dan vitamin lengkap yang berguna untuk proses pertumbuhan.Berikutnya pantau kondisi sekam agar suhunya sekitar 32°C, dan gantilah sekam yang basah.

Untuk mengukur temperatur pasanglah termometer (max-min), dan lakukan pengecekan suhu setiap 2 jam. Nyalakan brooding jika ayam bergerombol/ kedinginan, dan perpanjanglah periode brooding.

Selain hal yang telah disebutkan tadi, ada yang tidak boleh terlupakan yaitu meningkatkan biosekuriti (misal : celup kaki) sebagai bagian utama dalam mencegah penyakit masuk ke kandang.

Selasa, 10 Maret 2009

ayam petelur

Pengelolaan Ayam Petelur

Pengelolaan ayam petelur yang baik adalah sangat penting untuk mempeoleh tingkat produksi telur yang tinggi. Apabila ayam petelur dipupuk sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan, maka mereka harus tumbuh berkesinambungan sepanjang masa perkembangannya. Pedoman berikut ini dapat membantu dalam mensukseskan proses pertumbuhan dan perkembangan ayam petelur selama masa pertumbuhannya:

* RUANGAN – Untuk setiap 100 ayam petelur harus memiliki ruang antara 25 m2 sampai 100 m2. Sediakan 0,2 sampai 0,3 m2 per ayam apabila dibiarkan tumbuh di luar kandang.
* MAKANAN – Sediakan pakan penumbuh (growing mash) yang baik di depan ayam sepanjang waktu. Pakan yang komplit dari pabrik biasanya telah mengandung semua nutrisi yang diperlukan. Pengoplosan pakan dengan menambahkan pakan dari luar (misalnya jagung) dapat menyebabkan terjadinya ketidak-seimbangan yang pada akhirnya hasil yang diperoleh akan mengecewakan.
* AIR – Pada masa pertumbuhannya ayam petelur akan banyak minum dan membutuhkan banyak air untuk menjaga pertumbuhan yang normal. Air harus tetap segar dan dingin.Air mancur dijaga agar senantiasa dalam keadaan yang baik dan selalu dibersihkan setiap hari.
* PENEDUH – Pada musim panas, ayam petelur akan merasa lebih nyaman apabila diberi tempat meneduh.
* PISAHKAN AYAM PETELUR MUDA DARI YANG LEBIH TUA – Ini akan menolong mengurangi kemungkinan menyebarnya penyakit dari induk ayam yang lebih tua ke yang lebih muda.
* TEMPAT BERTEDUH – Sediakan satu tempat berteduh yang berukuran 3 x 4 meter untuk tiap 100 sampai 125 ayam petelur.
* PENCEGAHAN PARASIT – Ayam petelur dapat terkena penyakit cacing. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, terdapat sejumlah obat yang dapat dipergunakan untuk mencegah parasit pada ayam yang datangnya dari dalam. Dengan pengelolaan dan sanitasi yang baik dapat membantu mengurangi terjangkitnya parasit. Periksalah beberapa ayam petelur dari waktu ke waktu untuk parasit yang datangnya dari luar seperti kutu ayam.
* LINDUNGI DARI MUSUHNYA – Yakinkan bahwa binatang pemangsa tidak dapat memasuki bangunan tempat ayam tidur di malam hari.

Saat ayam petelur sedang tumbuh adalah saat yang paling baik untuk membentuk berat tubuhnya yang baik, kuat dan penuh vitalitas. Saat yang paling kritis selama hidupnya ayam petelur adalah selama masa pertumbuhannya. Apabila Anda menginginkan ayam yang memberikan keuntungan, maka perhatikan bahwa mereka berkembang dengan baik selama masa pertumbuhannya.